Horee!! Author GaJe & GaTe kembali lagi!! Kali ini Author bawa cerpen yang Author bikin sendiri. Garis bawahi kata BIKIN SENDIRI. Tanpa copas dari mana-mana itu. Sumpah deh. Ini ide ceritanya dari Author sendiri yang terinspirasi karena Author pengen punya cerita kayak gini *apa?!plak!!*. Nggak ding, cuman becanda, hehe. Cerpen pertama yang kelar nih, jadi mohon kritikannya. So far, kalo ada yang kurang Author minta maaf. The First ini. Ok? Thanks and let’s read.
Judul: Secretly of Andhika
Author: saeyong
Panjang: Oneshot (2916 words)
“Baiklah, Ibu rasa kalian sudah mengerti semua. Jadi, Ibu akan memberi kalian tugas saja. Buka LKS halaman 59 dan kerjakan, minggu depan kita lakukan praktikum. Kalian boleh memilih kelompok sendiri, masing-masing dengan anggota minimal empat dan maksimal enam. Ibu rasa cukup, sekian, selamat siang, dan sampai jumpa!” kata Bu Yuri menerangkan, kemudian beliau berlalu meninggalkan kelas.
“Siang, Bu!!” jawab anak-anak serempak. Tak lama mereka pun mulai beranjak dari kursi masing-masing.
“Panggilan untuk Devi, Alen, dan Manda, harap segera menuju meja Sinta!” teriak Sinta secepat kilat sebelum teman-temannya itu pergi.
“Iya, kita mau kok jadi kelompok lo”, jawab Alen malas.
“Tau aja sih kalian. Padahal, sebenarnya gue mau bilang kalau gue ngajakin kalian nonton. Tapi, berhubung kalian bilang gitu, ya, nggak apa-apa. Gue mau kok!” kata Sinta sambil nyengir.
“Ap… Oh, jadi lo mau ngajakin kita nonton? Bilang dari tadi kek!” tutur Manda kesal.
“Tapi, lo semua jadi kelompok gue, kan?” Tanya Sinta.
“Iya deh iya. Nah, sekarang, kita pergi nonton yuk!” jawab Devi semangat.
“Oke deh. Ayo kita pergi nonton!” teriak Sinta.
“Gue mau popcorn dua lho! Jangan lupa!” kata Manda.
“Iya, gue tau selera lo, kok”, jawab Sinta
∞∞∞∞∞
“Gue ke toilet bentar ya! Udah kebelet nih!” kata Devi pada ketiga temannya sambil pergi.
“Gue ngikut!” teriak Manda yang menyusul Devi.
“Ya udah. Kita duluan, ya!” teriak Alen dan Sinta hampir bersamaan.
Di belokan masuk toilet, tak sengaja Devi menabrak seorang anak kecil. Anak itu perempuan. Imut dan cantik. Devi menolongnya untuk berdiri. Kemudian bertanya.
“Adik manis, kok sendirian? Mama-papanya mana?” Continue reading



